1.Pengertian
Softswitch ( perangkat lunak ) adalah perangkat utama dalam jaringan telekomunikasi yang menghubungkan panggilan telepon dari satu saluran telepon ke saluran telepon lain, melalui jaringan telekomunikasi atau Internet publik, seluruhnya menggunakan perangkat lunak yang berjalan pada sistem komputer tujuan umum. Softswitch menggunakan server tujuan umum dan teknologi VoIP menjadi lebih populer.Banyak jaringan telekomunikasi sekarang menggunakan kombinasi softswitch dan perangkat keras buatan tradisional yang lebih tradisional.
Meskipun istilah softswitch secara teknis mengacu pada perangkat semacam itu, ini lebih sesuai untuk perangkat yang menangani panggilan telepon IP-ke- IP , sedangkan frase " server akses " atau "gateway media" digunakan untuk merujuk ke perangkat yang berasal dari atau menghentikan panggilan telepon tradisional " jalur darat " (hard wired). Dalam prakteknya, perangkat semacam itu seringkali bisa melakukan keduanya. Sebagai pembedaan praktis, telepon Skype -to-Skype seluruhnya berbasis IP (internet), dan karena itu menggunakan softswitch di suatu tempat di tengah menghubungkan pihak pemanggil dengan pihak yang dipanggil . Sebaliknya, server akses mungkin menerima panggilan telepon seluler atau panggilan yang berasal dari saluran telepon tradisional, mengubahnya menjadi lalu lintas IP, lalu mengirimkannya melalui internet ke perangkat lain, yang menghentikan panggilan tersebut dengan membalik proses dan mengubah Voice over Panggilan IP kembali ke sistem digital circuit circuit yang lebih tua menggunakan protokol ISDN / PSTN tradisional digital yang mentransmisikan lalu lintas suara menggunakan sistem non-IP.
Melihat ke arah pengguna akhir dari saklar, softswitch dapat dihubungkan ke beberapa perangkat akses melalui jaringan TCP / IP. Perangkat akses ini dapat berkisar dari Adaptor Telepon Analog kecil (ATA) yang hanya menyediakan satu soket telepon RJ11 ke Perangkat Akses Terpadu (IAD), Adaptor Terminal Multimedia tertanam (eMTA) dengan protokol MGCP / NCS melalui kabel (VoCable) atau PBX yang dapat menyediakan beberapa ratus sambungan telepon
Catatan di sini bahwa Analog (ATA), perangkat telepon PSTN hanya dapat dicapai dengan softswitch yang telah menyematkan kartu SS7 atau SIGTRAN , perangkat lunak dalam hal pemberian sinyal DAN Trunking Gateway untuk lalu lintas suara IP / TDM, TDM / IP, fungsi TDM / TDM.
Pada pergantian abad ke-21 dengan IP Multimedia Subsystem (atau IMS), elemen Softswitch diwakili oleh elemen Media Gateway Controller (MGC), dan istilah "Softswitch" jarang digunakan dalam konteks IMS. Sebaliknya, itu disebut AGCF (Access Gateway Control Function).
Softswitch kelas 4 dan kelas 5
Softswitch VoIP dibagi menjadi dua kelas: Softswitch kelas 4 dan kelas 5, analogi dengan fungsi tradisional di jaringan telepon umum .Softswitch yang digunakan untuk transit lalu lintas VoIP antar operator biasanya disebut softswitch kelas 4. Analog dengan switch telepon Kelas 4 lainnya, fungsi utama dari softswitch kelas 4 adalah perutean volume besar panggilan VoIP jarak jauh. Karakteristik yang paling penting dari softswitch kelas 4 adalah dukungan protokol dan konversi, transcoding , tingkat panggilan per detik , waktu rata-rata satu panggilan routing, jumlah panggilan bersamaan.
Softswitch kelas 5 ditujukan untuk bekerja dengan pengguna akhir. Softswitch ini baik untuk layanan telepon lokal maupun sambungan telepon jarak jauh. Softswitch kelas 5 ditandai oleh layanan tambahan untuk pengguna akhir dan klien korporat seperti fitur IP PBX , layanan call center, platform kartu panggil , jenis otorisasi, QoS, Grup Bisnis dan fitur lainnya yang serupa dengan switch telepon Kelas 5 lainnya.
Softswitch
lebih dikenal sebagai IP-PBX. Perangkat perangkat dalam sofswitch
yaitu :
-
Media Gateway Controller (MGC) yang sering disebut dengan perangkat call agent
-
Aplication / fitur server
-
Media server
Perangakat dalam softswitch harus mampu menjamin kualitas layanan dengan batas nilai seperti pada dibawah ini :
-
One Way Delay
-
Delay Fariation
-
Information Loss
-
MOS (Mean Opition Socore)
-
Echo Cancelation
-
Post Dial Delay
Fitur Fitur Softswitch :
-
Abreviated Dialing
-
Call Forwarding
-
Call WaitingCancel Call Waiting
-
Calling Line Indetification Presentase (CCIP)
-
Clip On Call Waiting
-
Conterence Call
-
Confrex
Cara kerja
MGC
akan bekerja di tataran pengaturan panggilannya (call
control) serta call processing. MGC akan mengontrol
panggilan yang masuk untuk mengetahui jenis media penggilan dan
tujuannya. Dari situ, MGC akan mengirikan sinyal ke MG untuk
melakukan koneksi, baik intrakoneksi jaringan sirkuit ke sirkuit atau
paket ke paket maupun interkoneksi jaringan sirkuit ke paket dan
sebaliknya. Jika diperlukan, MGC
kan meminta MG melakukan konversi media yang sesuai dengan
permintaan, atau langsung meneruskan panggilan jika tidak diperlukan
konversi.
Antara MGC dan MG sendiri akan saling berhubungan dengan protokol Megaco atau MGCP (Media Gateway Control Protocol). Sementara itu, satu MGC akan berhubungan dengan MGC yang lain, baik itu yang berada di jaringan yang sama maupun berbeda, dengan mengirimkan protokol sinyal tertentu. Untuk jaringan sirkit, MGC akan mengirimkan SS7 (Signalling System 7), sementara jika berhubungan dengan jaringan paket, maka MGC akan menggunakan H.323 atau SIP (Season Initiation Protocol).
Sedangkan MG sendiri ‘hanya’ akan bekerja sebagai converter antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket. Di sini fungsi softswitch menjadi hanya setara dengan ‘switch analog’ dan tidak memberikan layanan yang lain. MG juga bisa bekerja di sisi pelanggan maupun penyedia layanan, dimana softwitch bukan hanya berfungsi sebagai converter, namun juga memberikan feature lebih, termasuk dial-tone tentunya. Pada posisi ini, maka softswitch akan bekerja lebih kompleks.
Antara MGC dan MG sendiri akan saling berhubungan dengan protokol Megaco atau MGCP (Media Gateway Control Protocol). Sementara itu, satu MGC akan berhubungan dengan MGC yang lain, baik itu yang berada di jaringan yang sama maupun berbeda, dengan mengirimkan protokol sinyal tertentu. Untuk jaringan sirkit, MGC akan mengirimkan SS7 (Signalling System 7), sementara jika berhubungan dengan jaringan paket, maka MGC akan menggunakan H.323 atau SIP (Season Initiation Protocol).
Sedangkan MG sendiri ‘hanya’ akan bekerja sebagai converter antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket. Di sini fungsi softswitch menjadi hanya setara dengan ‘switch analog’ dan tidak memberikan layanan yang lain. MG juga bisa bekerja di sisi pelanggan maupun penyedia layanan, dimana softwitch bukan hanya berfungsi sebagai converter, namun juga memberikan feature lebih, termasuk dial-tone tentunya. Pada posisi ini, maka softswitch akan bekerja lebih kompleks.
Fungsi Softswitch
1.
Fungsi Switching
Teknik
switching (teknik
penyambungan) merupakan salah satu komponen terpenting dalam jaringan
telekomunikasi, dengan switching
komunikasi point to point
dapat dilakukan tanpa harus menghubungkan langsung kedua node
tersebut. Seperti layaknya fungsi switching,softswitch
juga berkemampuan untuk menyambungkan dan memutuskan hubungan
sementara. Softswitch
mampu menghubungkan jaringan PSTN dengan jaringan IP dan juga
melakukan pengaturan trafik yang berupa suara,data dan video.
2.
Fungsi Kontrol
Fungsi
kontrol pada teknologi softswitch
dilakukan oleh media gateway
controller (MGC),yakni mengarahkan voice
over packet building blocks, memvalidasi user
accounts, menyediakan service
access, merutekan signalling
messages kejaringan PSTN dan me-manage availability
jaringan. Fungsi kontrol bekerja berdasarkan instruksi
pensinyalan yang datang dari luar atau dari data yang disimpan oleh
sentral telepon itu sendiri. Softswitch
juga mempunyai fungsi translasi seperti layaknya VoIP gateway,
seperti mentranslasikan IP address
ke nomor telepon,menangani ruting panggilan yang berupa
suara,data,video. Intelligence
yang ada pada softswitch
memberikan kemampuan fungsional sebagai media
gateway control, call control
routing dan eksekusi layanan melalui jaringan PSTN,
SS7,jaringan IP dan ATM.
3.
Fungsi Pensinyalan
Signalling
yang dilakukan antar MGC menggunakan protokol MGCP, Megaco, H.323
danSIP untuk menjamin unjuk kerja sistem yangoptimal. Signalling
antara jaringan PSTN yang menggunakan SS7 dengan jaringan IP
dilakukan oleh signalling gateway
(SG). Softswitch juga
mampu melakukan translasi protokol, sehingga dapat menjamin
interoperability antara
sistem signaling yang berbeda-beda seperti SS7, MGCP,IP, SIP, H.323
dan lain-lain. Softswitch
melakukan translasi untuk komunikasi point
to point antara jaringan PSTN dan jaringan IP.
4.
Fungsi Interface
Softswitch
mempunyai interface
yang disebut Application
Programming Interface (API) yang membuatnya mampu untuk
menambahkan atau mengembangkan server-server yang digunakan
untuk menambahkan service baru.
Protokol-Protokol pada Softswitch
-
Interface untuk jaringan data/IP: Fast Ethernet (2 port)
-
Protokol untuk antar softswitch: SIP-T
-
Protokol untuk Media Gateway: MGCP atau H.248 (MEGACO)
-
Protokol untuk Signaling Gateway: SIGTRAN
-
Protokol untuk ke jaringan VoIP: H.323 (Versi 2)
-
Protokol untuk Application/Feature/Media Server dan
perangkat SIP-phone: SIP
Posting Komentar